Sekarang Saya Pakai Kacamata Kuda
Ada saatnya dalam hidup, lo disajikan dengan dua pilihan. Pilihan yang dua-duanya cuma bisa lo asumsikan akan ada segentong emas yang di ujung jalan, tanpa bisa dipastikan bahwa lo haqqul yaqin bisa melewati segala rintangan yang akan dihadapi.
Lo cuma bisa mengira-ngira apa yang akan terjadi, dan mencoba mengukur kemampuan diri lo. So finally, I have to make a really tough decission..
I pick up my phone and made a call to refuse an offer. For sure I don’t feel great afterwards. I felt like I was a quitter, defeated. Gue pun bertanya-tanya..why don’t I go that extra mile to accept this offer..
Sampai akhirnya, di sesi terakhir kelas kemarin, we talk a lot about "tujuan hidup" dan "arti kesuksesan". Gue pun mulai melepaskan segala kegundahan dan me-reset pikiran gue. Menata ulang prioritas gue, strategi yang akan gue lakukan, apa harapan gue, keinginan gue, dan what kind of a better person I would like to be. Satu yang dapat gue simpulkan, bahwa memang sudah saatnya gue memakai kacamata kuda. Fokus untuk meraih apapun yang gue inginkan, tanpa menyesali segala keputusan yang sudah gue ambil..
without vision, you’ll lose direction
without mission, you’ll lose passion
without both, you have no life to live
p.s. this is dry (but still express it)..postingan yang asli terhapus karena lupa gue save. betede…
July 1st, 2008 at 5:49 am
cek..cek..cek.. *sambil geleng-geleng*
mayang udah besar ya sekarang, senang mendengarya he…he…
merasa bersalah, dianggep sinting karena menolak sesuatu yg “menggiurkan” ah gw pikir itu timbul dari keresahan sosial aja
you right set your goals up girl !!
Alice:’Would you tell me, please, which way I ought to go from here?’
The Cat:’That depends a good deal on where you want to get to,’
Alice:’I don’t know where. . .’
The Cat:’Then it doesn’t matter which way you go,’