Archive for April, 2007

Happy birthday dear blog

Tuesday, April 17th, 2007

Sudah dua tahun saja gue mengasuh blog ini. Hoho, mungkin blog gue
terbilang biasa. Karena isinya cuma kejadian sehari-hari gue. Kejadian yang
bikin eneg hati maupun enak hati. Selama dua tahun ini ada yang tergolong
pembaca-pembaca setia seperti rae, qQ, temon, nadya, devi. Hal ini dapat
dilihat dari postingan comment yang mereka tinggalkan di blog gue. (yups you’re
the top scorer for this blog).

Blog ‘va dova ti porta il cuore’ berulang tahun ke-dua
dengan postingan sebanyak 70 something, entah bisa dibilang sedikit atau gak.
Pastinya setiap kali gue posting, gue pasti sedang dalam kondisi setengah gila,
didera euphoria, atau at the lowest point of my life. Gak akan bisa teringat
untuk meng-update blog kalo gak ada teguran dari dua orang teman di awal kali
gue mulai membuat blog, kata mereka:

  1. “Wah, may, kok blognya jarang di update, update terus yahh, biar qta tau kisah kehidupan qta yang berjarak jauh sekali ini hehhe.” Nadya
  2. “iya may, critakanlah kisah2mu… kan skarang qta sudah sulit telpon2an (padahal qQ jadi inget ada yg suka nelp sore2, crita2 hal2 ga penting, he3…but i miss that… =P)” qQ

Setelah
gue pikir2, iya juga ya, blog ini sebetulnya bisa jadi salah satu media
silaturahmi sama sahabat-sahabat gue dari masih ingusan. Ya sejenis keeping up
the what’s going on with your life thing. Jadinya dia tahu kabar gue gimana,
dan gue pun tahu kabar dia gimana. Karena biasanya postingan blog yang menarik
akan berujung ke sms2 pendek (yaiyalah namanya juga short message service) atau
miskol2 tengah malam.

Ada yang bilang blog gue

keren
bangetz broo..!!!-
ian

Comment
untuk blog ini: bagus, bagus, bagus –Temon

ada
juga yang bilang blog gue

baru post
yang ini gw bisa nyaman baca blog lu.. soalnya yg kmaren2 aduh!! warnanya
bouw.. ga kuat mata gw.. ya.. sekedar saran ajah klo bisa besok2 yang adem trus
ya.. =) – Faqih

yang loe
ude gila yah –Fanndy

may apa
yang lu bagi tidak hanya merubah lu tapi juga buat kita yang maw belajar n
berfikir dari pengalaman orang lain.-
‘deevie’

Komen2
itu jadi masukkan penting buat gue terutama yang dapat meng-improve penampilan
blog gue, biar eye candy. Tapi sebetulnya terserah deh situ-situ mo ngomong
apa. Karena emang gue gak berniat untuk suatu hari nanti membukukan postingan2
gue (satu jilid, dua jilid, ataupun tiga jilid), atau berniat untuk mengumbar
kecerdasan dan kritikan, gue cuma pengen nulis-nulis aja titik. Jadi kalo
misalkan lo menerima  surat elektronik  yang berisikan bahwa gue sudah meng-update blo gue, itu cuma bonus yang sangat2 gue nikmati (hoho….bo’ong berat!!!narcissus tidak mungkin rendah hati).

Neways,
have fun with your life, be miserable, be vivacious, be penniles, be
extravagant, be anything in between, be everything you want to be. You’ll only
live once.

Is it me or it really does smell hideous

Friday, April 13th, 2007

It
started as any usual about-to-go-to-research day of my life. Biasa sedikit
jumpy dan terburu-buru mempersiapkan what to bring, what to be fixed, dan what
to do. Berhubung hari ini gue berniat melakukan formula dengan bahan baku
kacang hijau, gue harus mem-blender ntu kacang hijau dulu di-kost-an. Cuci
heater, cuci blender, masukkan air ke dalam heater, colok stekernya, biarkan
hingga air mendidih. Ketika air mendidih gue masukkan 300 gram kacang hijau
kupas yang baru dibeli di H*** sehari sebelumnya (sumpe harganya mahal banget,
1:4 sama kacang hijau biasa). Hari ini hari pertama menggunakan kacang hijau
kupas, karena penggunaan kacang hijau biasa ternyata gak cocok untuk biskuit.
Berdasarkan pengalaman, kacang hijau direbus selama 30 menit biar empuk. Daripada
waktu terbuang sia-sia tu kerjaan gue tinggal mandi dulu.

Pas gue mau keluar kamar mandi, tiba-tiba
lampu mati. Diikuti oleh teriakan anak2 se-kost plus gerundelan abah kost-an
‘makanya pake listrik jangan bla..bla..bla….’. Hati gue pun turut berkecamuk.
Menghitung-hitung kira-kira sudah berapa lama gue merebus kacang hijau, gimana
caranya gue nge-blender tu bahan, pokoknya persiapan plan B. Gue keluar kamar mandi,
loh kok yang mati lampu cuma beberapa kamar aja ya (termasuk kamar gue).
O….ternyata jeglok, hm….ada apa ya?!?!?! Yah setidaknya gue berpikir
positif masih bisa lah numpang kamar orang.

Ternyata begitu gue masuk kamar gue. Ada
bau-bau gosong dan kebakar. Semakin curiga. Oh no…
jangan-jangan….degdeg..degdeg… perasaan bersalah pun mulai menggantikan
hati yang berkecamuk. Melangkah semakin jauh ke dalam kamar gue pun melihat
bukti nyata di lantai kamar gue dengan mata kepala sendiri. Bekas semburan air
yang nyaris membasahi delapan petak ubin, serta ceceran-ceceran kacang hijau di
sana-sini.
It’s like stepping
into a war zone –lebih lengkap kalo disertai dengan soundtrack film Jaws-.

Kalo lo
masih belum bisa menebak apa yang sebenarnya terjadi sampai detik, let me tell
you directly. Heater gue bleduk alias meledak. Belum selesai memikirkan apa
yang harus gue lakukan selanjutnya dengan persiapan penelitian hari ini gue
harus buru-buru buka jendela lebar-lebar dan sibuk mengibakan asap keluar kamar.
If there is something I learn from what happen today, it would be ‘NEVER EVER
boil anything in a heater other than water’. Percaya deh, gue masih untung,
cuma bledug dikit terus mati lampu (FYI setelah 10 menit lampu menyala kembali,
untungnya, kalo gak I’ve got a confession to make). Nah kalo misalkan gak cuma
bledug, malah jadi kebakaran, lo mau tanggung jawab gimana coba, ya kan.

Well,
kids!! Don’t try this at home!!!

-10042007-

Friday, April 13th, 2007

Wondering
on the front porch of my house, as the heavy shower of rain flooded the little
garden struggling to regrow. Vehicles passed by on the main street just in
sight from the porch. Watching the cars and motors, I start to think. What were
they doing out on this rainy day? Esp the one on the motorcycle, cause it sucks
to get wet on the way to someplace else. Then it develops into
well-people-always-have problem-whether-big-or-small. Thinking of my own
crisis, I begin to imagine in hope of finding some philosophy. Imagine I’m a
plant or an animal. Wouldn’t it be easier? Well maybe not an animal, since they
have to scrounge for food, get kicked or poached now and then, or showered with
hot water. Yes, certainly not animal. It’s better to be plant then. Don’t have
to think; don’t have to really wander around to find nutrition. Just have that
root really fixed on the ground, and suck up all the goods. Hell yeah for
plants, the business is only about nail the root, grow big, produce pretty
flower, wait for the wind and the birds and the bees to take the seed, and die
away knowing they’ve done the job for the world. It is nice to know what you’re
meant to be actually. Rose will only bloom rose, apple trees will only have
apples. Only in human hands apple trees have lemons.

Sigh….if
only you know what you’re meant to be. -08042007-