SOTOY MODE: ON
Friday, March 30th, 2007Udah
mau lulus gini pasti banyak banget yang ada di pikiran. Contoh: kapan lulus,
kapan penelitian beres, sidang bakal sukses gak, kalo udah lulus mau ngapain,
kuliah lagi, cari kerja, apa kawin. Intinya: pikiran fully loaded, nyaris
menghabiskan memori otak yang berkapasitas agak minim.
Untuk Jakarta . Padahal pilihan di
Jakarta itu lebih beragam. Setelah
mendukung salah satu opsi masa depan, ada tuh satu tes yang kudu diikutin yaitu
tes TOEFL. Jadi mahasiswa Bogor yang punya penelitian harus dikerjain di Bogor,
bikin gue susah untuk mengikuti TOEFL preparation yang ada di
tanya-tanya, pilih-pilih, ngumpulin brosur, dan itung kancing, gue sama salah
seorang teman tapi musuh bebuyutan, akhirnya memilih untuk les TOEFL di salah satu
tempat les bahasa inggris di Pajajaran.
Sebelum sana . Dari beberapa
membaca cerita ini lebih lanjut perlu diketahui bahwa gue dan temen gue adalah
orang yang mudah disorientasi ruang. Jadi kita berdua pernah beberapa kali ke
kunjungan itu kita masing-masing punya sedikit bayangan samar-samar di mana tempat
itu berada.
les itu. Sehari sebelumnya kita pasang rencana untuk naik angkot 03 dan berenti
di gang tempat jual pie paling terkenal di Bogor. Dengan asumsi bahwa tempat
les itu ada di ujung gang tersebut. Masuk ke dalem gang ternyata jalan bercabang-cabang.
Akhirnya kita berdua nyusurin tiap cabang-cabang gang, satu persatu. Harapan
sempet melambung ketika melihat umbul-umbul kecil yang mempromosikan seminar
TOEFL iBT yang diadakan oleh tempat les tsb. Tembus sana tembus sini. Tapi kok
tu tempat les gak keliatan batang idungnya ya?? Setelah nyaris putus asa karena
nyaris masuk tempat biliar (karena punya dekorasi cat yang sama dengan tempat
les tersebut), kita beranikan untuk bertanya ke bapak polisi yang lagi jaga di
lampu merah, ”Pak tempat les ini di mana ya, itu tu yang ngadain seminar itu”
(sambil nunjuk umbul-umbul yang ada di pinggir jalan).
Setelah diberikan sedikit pengarahan, ternyata tempat les
itu beda satu blok sama gang kita. Baru sadar pula, harusnya kita gak usah sotoy2an pake
jalan kaki. Karena ujung-ujungnya angkot 03 juga lewatin tempat les tersebut. Tempat
lesnya itu di hook, jadi satu sisi menghadap jalan raya, satu sisi lagi
menghadap gang kecil. Emang kalo bawa mobil pribadi harus masuk dari gang kecil
itu, soalnya yang menghadap jalan raya itu pintu keluar.
Dengan hati kecut kita cuma bisa ngeles ”Gak pa-pa lah,
kita kan penganut 10.000 langkah sehari agar badan sehat”
-29032007-