Thursday, December 21st, 2006
Seumur hidup gue selalu mengikuti arus. Mungkin gue melakukan usaha, tapi usaha seadanya, cuma supaya gue bisa melewati apa yang sebetulnya akan terselesaikan dengan sendirinya. Baru kali ini gue merasa bener2 seperti telur di ujung tanduk. Apa yang akan gue lakukan, gue harus tau. And scrounge my way out of this black hole.
Orang bilang ‘Ah elu mah gak kaya orang stres’. Gak memiliki jidat berkerut2 plus mulut mengerucut dan muka cemberut bukan berarti gue gak kepikiran sama problema2 hidup kan. Baca "Veronika Decides to Die" malah bikin gue makin merasa mirip dengan tokoh2 di situ. Tapi untungnya gue gak berniat melarikan diri ke dunia imajiner.
Aduh, do I sound like a hopeless. Karena sebetulnya gue gak hopeless. Tapi sedang merasakan sedikit deja vu. You know those felings, when you want everything to just fast forward. Don’t have to do the dirty works and everything. Nah setelah semua momen berdarah2 lewat, we can push the pause button. And enjoy those moments of win and glory.