Archive for November, 2006

Saturday, November 25th, 2006

I went to the woods because I wished to live deliberately
to front only the essential facts of life
and see if I could not learn what it had to teach
and not, when I came to die
discover that I had not lived

Tennyson, Walden

Sunday, November 19th, 2006

cek…cek…
cuma ngecek….

antara mencoba menjadi ikan, penyiksaan diri, dan pertengkaran dengan monyet

Sunday, November 12th, 2006

tampaknya sebelum gue bercerita panjang lebar, ada 7 orang se-pe-si-al yang harus gue berikan ucapan terima kasih atas pengertiannya, maaf atas semua kesulitan yang gue timbulkan, and so on. tapi juga ada beberapa orang yang harus gue caci maki karena tega-teganya mengeluarkan seseorang dari sistem, and have all the fun without me. kalian tahu siapa diri kalian, mungkin kalian salah satu dari dua kategori di atas, mungkin kalian termasuk dua kategori di atas, mungkin juga kalian tidak termasuk dari dua kategori di atas. asal lo inget aja, walopun gue pergi jauh ( beuh…gaya) gue masih inget sama kalian. buktinya sejahat apa pun lo, gue masih cariin titipan kalian. sekali lagi mohon diingat TITIPAN! jadi jangan lupa ganti duit gue, hehe….

jadi ceritanya sodara nyak gue yang tinggal di negeri orang lagi berkunjung ke sini. berhubunga ada sedikit waktu jeda gue diharuskan menjadi tour guide mereka. akhirnya gue (kembali) jalan2 ke bali tahun ini. berhubung sepupu2 gue gak suka keluar masuk pura doang kita pun melakukan beberapa aktivitas.

Bali_016
waktu hari pertama gue pergi ke tanjung benoa. namanya bali. kota turis. pasti bipricual (alah ngasal) maksudnya kaya’ bilingual kan dua bahasa. kalo bipricual brarti dua harga. ada harga bule, ada harga lokal. tentu saja kita mengejar harga lokal, jadi kita tawar mati2an. sampe abangnya bilang (waktu itu kita lagi nawar buat diving) "boleh saya kasih harga segitu tapi saya gak kasih tanki". alias gue diving kaga pake tabung oksigen. untungnya kita gak sepelit itu, akhirnya kita menyetujui harga si abang. cukup seru. ‘palagi sodara gue bawa underwater camera. berasa discovery channel gitu. riani jangkaru kalah!!. hehehe. (waduh gue bisa ditimpukin fansnya jejak petualang neyh)
hari kedua kita berniat naik gajah. itu tuh yang kata steve irwin ‘the best elephant park in the world’. tapi gue agak2 meneketehe gue di bawa ke tempat gajah yang mana. maklum selain buta peta, sepanjang perjalanan gue tidur. masih untung gue bangun dengan muka normal alias gak dikumis2in sama sodara gue. jauh2 ke tempat elephant ride, harganya mahal banget buat lima belas menit gue harus bayar 300-400 ribu. gue lupa. gak mutu!! akhirnya kita pergi dari situ.
hari ketiga secara personal gue menganggap kita pergi ke tempat penyiksaan diri.Bali01_005
kalo kata pepatahnya siy bersenang-senang dahulu bersakit-sakit kemudian. kita pergi ke bali horse riding. buat naik kuda selama dua jam. horse riding is fun. gue naiknya disepanjang pantai saba. kuda gue gak mau berenti lari. walaupun dalam hati gue udah dreg2, sambil menarik kekang dan berteriak "emma!! (nama si kuda) whooo". dia tetap berlari. palagi pas liat kuda laen lari, trus dia ngrasa dikejar sama kuda guide gue, larinya makin kenceng. dia pikir gue lagi racing kali yak. neways it was really2 fun. walaupun sesudahnya ankle gue benjol, pantat gue sakit, dan gue mendapatkan satu t-shirt putih alami (alias tangan gue terpanggang matahari).
P1040400
hari keempat kita mengunjungi salah satu ancestor kita. monyet. sangeh. pertama turun gue dah bilang bukannya monyet sangeh galak. tapi kata local guide sangeh udah gak galak karena mereka udah ngasih makan monyet sangeh. jadi kita have fun go mad aja. gue gak mencopot kacamata gue. tapi ternyata kita gak ngeliat banyak monyet. paling cuma sepuluh. setelah muter2 dan melihat semua including the little shops that took half side of the park. ternyata monyet2 keluar karena lagi dikasih maka. kita pun berdiri di pintu masuk sambil ngeliat, ngambil foto. tiba2 gue merasa ada yang memukul bahu gue, dan pandangan gue langsung kabur. lima detik terdiam. gue sadar kacamata gue diambil monyet. nyaris gue kejar tu monyet. walaupun gue gak bisa liat monyet mana yang ngambil kacamata gue. tapi local guide bilang jangan biar dia aja yang kejar. jadi gue menunggu sambil berdoa semoga si guide bisa membujuk monyet untuk melepaskan kacamata gue. gue pulang dengan mata jelas bisa melihat. so much for a fight with the monkey.
hari kelima PULANG!!!!

Understanding a mother’s feeling

Saturday, November 4th, 2006

Mungkin gak bisa disamakan sepenuhnya. Tapi menurut
gue it’s just a step to understand a mother’s feeling. Ok gue pernah memelihara
kucing. Ketika dia mati, gue sedih dan kasian. Gue pernah juga miara kelinci,
ketika dia disaat2 mau mati gue malah menjauh dari dia. Karena gue gak tega
ngeliat dia sakit. But having Jeko in my life is a different thing. Jeko
bagaikan anak kecil yang haus perhatian, butuh main, butuh pengajaran, dan
surely he needs love. Very needy just like a little kid.

Dan gue berusaha mengerti perasaan seorang ibu.
Walaupun –seperti yang udah gue bilang- gak bisa disamakan sepenuhnya karena bayi
keluar dari rahim ibu, sedangkan Jeko keluar dari kandang Pet Shop in exchange
for money.
Pertama ketika seorang ibu punya anak dia pasti
jadi protektif.
Begitu pula gue dengan Jeko. Kalo ada anggota keluarga yang menangani
sedikit kasar atau ragu2 pasti gue marahin. Takut si Jeko terluka. Kedua
seorang ibu harus sabar. Gue musti sabar tiap kali Jeko kaing2 minta ditemenin.
Gak kenal waktu bo…jam 3 pagi dia udah gonggong2 dan minta maen. Gue musti
sabar ngajarin dia jangan gigit2 barang. Gue musti sabar ketika dia buang air
meleset dari target. Gue musti sabar ketika dia ngajak main sambil gigitin kaki
gue. Ketiga seorang ibu musti punya yang namanya unconditional love. Karena
seperti apapun anaknya, entah dia cacat, sedikit terbelakang, punya kelainan
jiwa, atau berbuat kesalahan and gets into trouble. Dia musti mencintai anaknya
no matter what. Yups mungkin Jeko nakal, mungkin Jeko hiperaktif, tapi dia cuma
anak anjing, my own puppy. Jadi no matter what gue musti extra buat dia.
Ehm..ehm..-31102006-