Archive for March, 2006

Ternyata debate sangat menyenangkan

Thursday, March 30th, 2006

Masih terbayang sama gue, apa yang terjadi tepatnya setahun yang lalu. Ketika pertama kalinya gue belajar bahwa inilah cara debate yang benar. Debate Australian style atau apa..gitu, dimana kita gak cuma debat kusir, dimana motionnya jelas, dimana aturan main pun sangat2 jelas. Knapa belajar debate?? Simply because of D3, yang ngajakin gue buat ikut English debate competition. Motivasi D3 pun juga sederhana, dia cuma bilang “ayo dong kita kan anak English community (salah satu community di himalogin), masa gak ada kemajuan sih cuma kumpul2 doang, kita harus punya achievement”. Berdasarkan itu, gue hayu2 aja diajak berguru debat sama ibu rizka si ratu debat TIN.

Ternyata belajar debat secara intensif, (walaupun lebih banyak gosipnya) dan banyak mencari data pendukung, gak menjamin performance gue bakalan bagus. Uh pas competition itu, rasanya gue eneg banget, capek, desperado, and under a lot of pressure. Rasanya apapun yang gue bicarakan itu nonsense, argument gue mudah dipatahkan, dan bodohnya gue gak bisa menyanggah lawan gue. Rasanya yang diomongin mereka bener juga ya…bener juga ya. Berdasarkan pengalaman itu, gue pun memutuskan NO MORE DEBATING COMPETITION. I’M SO FED UP!!!! Gue gak mau lagi ngrasain under pressure yang begitu besarnya, nyaris bikin gue emotional break down.

However fate does not agree with me. Ternyata tahun ini gue diharuskan, ditempatkan sedemikian rupa dalam keadaan terjepit, sehingga gue harus ikut debating competition LAGI. Huh melelahkan, dan mendebarkan. Baru kebentuk timnya 2 hari sebelum lomba, nyari bahan sehari sebelum lomba (bahkan gue tidak mencari bahan apa2 cuma kedua temen tim gue yang nyari), latihan 1 jam sebelum registrasi. Benar2 tim yang kacau. Tapi gue punya sedikit harapan, mungkin kali ini gue bisa menang, setidaknya jadi octofinalist karena peserta cuma ada 10 departemen kan. Siapa sangka siapa nyana, bahwa akhirnya gue bisa jadi finalist. Bahkan setelah gue menantang lawan2 yang legendaries, dan kita semua tau sangat tangguh. Waktu jadi finalist, gue udah mikir, yah gak menang pun gak masalah, jadi finalist aja gue udah bersyukur…banget. Karena selama ini gue kalo ikut suatu lomba, baik itu speech contest, debate competition, atau lomba macem cerdas cermat dan lain-lain, buntut2nya gue kesisih di babak penyisihan paling banter babak II penyisihan. Makanya gue syok berat waktu tim gue menang, bener..gak..bener..gak…tapi rasanya hati pengen bersorak sorai.

Gue harus berterima kasih banyak sama kedua partner gue. They’re helping me in making my dreams come true. Dibandingin mereka berdua, gue sadar banget gue gak punya pengalaman. (Iyalah piala debat mereka berdua kan ibarat koleksi pribadi. Bujug buneng banyak nek…. ) Apa pernah ada yang mikir kalo gue sebetulnya bisa melakukan debate?? Dan most of all gue harus berterima kasih sama yang di atas. For giving me the chance, and let fate walks in my life. God this one is for you….

Bottom line is, jangan pernah menganggap diri lo gak mampu untuk melakukan suatu hal. Dan jangan pernah berhenti untuk mencoba. Karena apa yang pertama kali gue anggap sangat menyebalkan bikin gue kapok, ternyata berubah menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan. Masih tersisa di otak dan hati gue, gimana rasanya deg2an itu sebelum menyampaikan what’s on my mind. Masih terasa aliran adrenalin ketika gue ingin menekankan sesuatu, atau mendapatkan bantahan, atau bahkan hanya menggertak lawan. Masih kerasa pula gimana mati-matiannya kita mempertahankan argumen-argumen kita.

Menjadi manusia baru, tidak menganggap remeh diri sendiri, dan yang paling penting kita bisa asal kita mau.

-26032006-

UNBREAKABLE

Saturday, March 18th, 2006

We could fight like Ike and Tina
Or give back like Bill and Camille
Be rich like Oprah and Steadman
Or instead struggle like Flow and James Evans
Cuz he ain’t no different from you
And she ain’t no different from me
So we got to live our dreams
Like the people on TV

We gotta stay tuned
Cuz there’s more to see (Unbreakable)
Through the technical difficulties (Unbreakable)
We might have to take a break
But ya’ll know we’ll be back next week
I’m singing this love is unbreakable
Oh yeah yeah…

See, we could act out like Will and Jada(Will and Jada)
Or like Kimora and Russell makin’ paper, oh yeah
All in the family like the Jacksons(like the Jacksons)
And have enough kids to make a band like Joe and Catherine, yeah

She ain’t no different from me
And he ain’t no different from you
So we got to live our dreams
Like the people on TV

We gotta stay tuned
Cuz there’s more to see (Unbreakable)
Through the technical difficulties (Unbreakable)
We might have to take a break
But ya’ll know we’ll be back next week
I’m singing this love is unbreakable

We’re living our dreams…yeah…
We’re living our dreams
We’re living our dreams
We’re living our dreams
We’re living our dreams(We’re living our dreams)
We’re living our dreams(We’re living our dreams)
We’re living our dreams

And we got to stay tuned
Cuz there’s more to see (Unbreakable)
Through the technical difficulties (Unbreakable)
We might have to take a break
But ya’ll know we’ll be back next week
I’m singing this love is unbreakable
Sing it one more time now
Ya’ll know we’ll be breaking up
But we just might be back next week
This love is unbreakable(ha,ha,ha,yeah,yeah)
Break it down, break it down like this
Yeah…

No thing, no money, no sin, no temptation, talking ’bout nothing
No thing, no money, no sin, no temptation, talking ’bout nothing
No thing, no money, no sin, no temptation, talking ’bout nothing
No thing, no money, no sin, no temptation, talking ’bout nothing
Yeeeeeeaaaaahhh…….
(Unbreakable)
Yeah, yeah,yeah,yeah,yeah,yeah,yeah,yeah,yeah
(Unbreakable)
We just might be breaking up
But ya’ll know we’ll be back next week
I’m singing this love is unbreakable

memenuhi janji cerita ke Nad

Friday, March 10th, 2006

niat baik, emang bagus, tapi kadang niat baik bisa menyulitkan si penerima niat baik. ya gak siy. bukannya gue nolak rejeki, tapi rejeki yang gak jelas sangat membingungkan, jadi mending usaha sendiri yang lebih jelas. rasanya kaya’ diiming2in hadiah duit 1 milyar, tapi tu duit gak turun2.

yah begitulah nasib PL gue. sejak bulan februari anak2 rajin dan has the love for the competition, udah mengorek2 buku telpon dan surat2 sakti demi mendapatkan PL di tempat2 bonafide. karena prinsip kita sedia tempat PL sebelum JUNI. tapi ternyata karena urusan administrasi baru bisa keluar maret, dan pembekalan PL emang baru dimulai Maret, terpaksa kita nunda2 bentar sambil minta2 keringanan ke perusahaan.

1 maret, kabar baik, ternyata surat keterangan kita udah bisa ditandatanganin. tapi tunggu di tunggu di tunggu……8 maret pembekalan PL lagi, ada info bahwa fakultas (jurusan tepatnya) punya kebijakan baru untuk menyediakan tempat PL bagi kita2 mahasiswa tak tentu arah. jadi niatnya ntar yang ngehubungin perusahaan adalah dari fakultas. nah list perusahaan ini dikasih dari jurusan. jurusan TPG gak ngasih list, TEP 23 perusahaan, dan jreng..jreng… TIN 150 perusahaan. (FYI dari list perusahaan itu beberapa perusahaan adalah perusahaan utama yang punya anak banyak, contohnya indofood: indomie,bogasari dll, trus PTPN VIII:kebun gunung mas, dan kebun2 lain di daerah puncak). jadi intinya tertutuplah semua pintu untuk PL di perusahaan bonafide.

sebetulnya gue fine2 aja, kalo daftar perusahaan ini sebetulnya udah memberikan respond ke kita, jadi kita tinggal mencocokkan apa mau perusahaan, mau PA, dan maunya kita tentu. masalahnya surat2 buat ke perusahaan itu baru mau dikirim. yak tul baru mau dikirim. kalopun di bales sama perusahaan paling april baru ada kejelasan. trus kalo gak dibales semua diserahkan kembali ke kita. (maksud: kita disuruh nyari sendiri perusahaannya). NENENGGGG!!!! mau ngirim dari sekarang aja udah banyak saingan, fateta sendiri ada 350 mahasiswa, trus belom dari uni2 lain. hah!!! gimana nasibbb

bener Nad, akhir2 ini cerita gue menyedihkan…

simply revenge

Saturday, March 4th, 2006

kadang2 kalo lagi mood suka bermain2 dengan 3 kura2 red ear slider yang ada di kolam belakang. saking lamanya jadi penghuni kolam (kurang lebih 13 tahun) tiap kali mereka liat gue di pinggir kolam pasti disangka ngasih makanan. berhubung gak tega ngeliat tiga kura2 mengapung2 penuh harap. yasuwh diambil lah sekeping roti beku dari freezzer. kura 1 dapet 1, kura 2 dapet 1, karena gak sabar kura 3 berebutan sama kura 2. dan akhirnya kura 3 mendapatkan roti kura 2. kejar2an sebentar, akhirnya kura 2 pun menerima jatah kura 3 yang gue kasih.

mungkin karena merasa haknya diinjak2 walaupun udah ngedapetin keping roti yang lebih besar. setelah digigit2 bentar, kura 3 ngejar lagi kura 2. demi roti secuil yang ada di mulut kura 2. sadar gak sadar jadi inget bahwa kadang2 gue melakukan sesuatu mati2an bukan karena hasil yang gue dapetin bakal lebih besar, tapi simply revenge, and just to safe a little bit of my pride there.

Friday, March 3rd, 2006

merasa sangat bodoh

dan lebih bodohnya lagi ‘gak tau kenapa.

dudul…